Tampilkan postingan dengan label Exchange. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Exchange. Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 Oktober 2015 0 komentar

Tips Seleksi Exchange Program: Jenesys 2015 Fully Funded

Ini dia exchange program yang udah aku dan kamu tunggu-tunggu hampir 8 bulan ini!

YEAH FINALLY JENESYS 2015!
Kesempatan kamu untuk menyambangi negeri dengan ikon Tokyo Tower ini dapat terbuka.
Jadi Maret lalu gue juga abis dari Jepang melalui program ini, gue keliling ke 2 kota yaitu Tokyo dan Matsuyama di Prefektur Ehime. Dulu program ini masih bernama Jenesys 2.0 pas zaman gue, lalu berubah menjadi Jenesys 2015

Well, gue jelasin dikit soal Jenesys 2015 ini:
a. Seleksi kali ini dimulai 22 Okt 2015 - TBD (to be determined)
b. Umur kamu adalah 18-30 tahun dan punya passport
c. Aktif di kegiatan kepemudaan
d. Bukan returnee PPAN dan returnee Jenesys. Yah gue udah ga bisa ikut nih :( sad
e. jomblo permanen

Berbeda dengan batch gue yang dikelola Kominfo, kali ini Jenesys 2015 dikelola oleh Kemenpora yang berkolaborasi dengan anakmuda.net
Kamu bisa baca soal Jenesys yang udah gue tulis selengkap-lengkapnya di post sebelumnya, jadi kalo masih remang-remang nih Jenesys itu kaya gimana, silahkan buka post gue sebelumnya.

Dan gue mau berbagi tips nih biar kalian bisa mantep buat apply seleksi.

Tips buat kamu yang mau lolos seleksi:
1. Kepoin dan research segala tentang Jenesys 2015
Visi, misi, kegiatan, output, seleksi AAAAAAH pokoknya semuanya deh kalo perlu wawancara returnee Jenesysnya atau kementerian terkait
2. Be your best-self.
Ceritain diri lo yang paling baik, mulai dari kelebihan dan what you can give to Indonesia and Japan. Gue dulu nawarin diri ke Jenesys dengan kemampuan gue di bidang fotografi dan nulis, dan itu jadi nilai tambah gue.
3. Differentiation
Di seleksi berkas dan wawancara usahain pake kata-kata yang ga mainstream. Maksud gue kalo lo ditanya kenapa mau ikut Jenesys trs lo jawab "karena ingin menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain" MAAAAAN that's so classic, orang ga akan terkesan sama jawaban lo. Tinggal ganti kata aja ya dihias-hias gitu kata-katanya biar lebih kreatif misal “people that I will meet, know something I don’t. And I will apply the insight they gave to give positive impact”. Yups, bungkusnya beda isinya sama.
4. Kasih impact
Hellooooo orang ga akan mau gaet lo kalo lo ga bisa ngasih apapun. So do something!
5. Jangan lupa sedekah dan berdo'a
Apalah kita tanpa Allah. Biar rezeki membludak, kali ada dengan sedekah 100-200rb bisa diganti Allah sama lulus Jenesys yang biayanya setara 30-40 juta/orang

6. Cepat tapi pasti

Kalo udah siap (maksud gue aplikasi lo udah bebas typo, grammar error, dan udah direvisi oleh “mata kedua”) yuk ah langsung hajar ini berkas dan kirim maksimal H-2 deadline.
Kenapa harus H-2 deadline? Karena kalo lo ngirim pas h-1 deadline bahkan j-….. trafficnya lg kenceng, teknis keganggu dan taraaaa aplikasi lo gagal terkirim karena ada ribuan orang lain yang ngirim dalam waktu yang sama.

Udah deh segitu dulu tips and info yang bisa gue kasih.
Yaudah ini gue langsung kasih formnya disini

SEMOGA SUKSES!



Minggu, 26 Juli 2015 0 komentar

Sekilat Jepang dan Tokyo

JEPANG. J-E-P-A-N-G!!!

Mungkin negara ini adalah negara yang sekarang sedang bersarang dipikiran banyak orang termasuk aku dan kamu. Apapun tujuan kita, mau jalan-jalan, belajar, hidup, penasaran, atau cuma sekedar nyari jodoh…. Percayalah kita bisa menginjakkan kaki disana bahkan mungkin dengan jalan yang sebelumnya tidak kita recanakan.
Februari 2015 lalu, kakiku berhasil mencium bau tanah Jepang termasuk Narita, Tokyo, dan Ehime melalui program pertukaran pemuda Jepang-ASEAN yang namanya sudah mulai ngehits, namanya JENESYS 2.0.
So disini, aku mau berbagi memori tentang Jepang dan Jenesys.



Kalau kamu melihat peta dunia dan melihat sebuah negara di timur Asia yang pulau-pulaunya membentuk garis hampir vertikal, itu namanya Jepang. Sebuah negara yang memiliki Perdana Menteri kece bernama Shinzo Abe ini, kebanyakan daratannya berbentuk pegunungan, makanya banyak bukit seperti bukit yang sering dinaiki Nobita dkk di kartun Doraemon di ibukota-ibukota prefekturnya (sebutan provinsi di Jepang).

Ghost at School

Oh ya, sebenernya aku mau berterima kasih banget sama negara ini karena produksi animenya sudah menghiasi masa kecilku bahkan sampai sekarang, macem Doraemon, Hunter X Hunter, Ghost at School, Inuyasha, Ninja Hatori, Hamtaro dll. Yups! Selain terkenal dengan anime, negara yang kental dengan pemikiran Konfusianis ini juga terkenal dengan budaya, high technology, dan ilmu sains yang maju di Asia bahkan Asia, dan yups! Kemajuan ini semua dimulai dari Restorasi Meiji. Walaupun ya… sekarang ekonomi, industri hiburan dan pariwisata Jepang sedang bersaing ketat dengan Korea yang 5 tahun terakhir udah mengeluarkan jurus Korea Wave-nya melalui boyband, serial drama, dan film-filmnya yang hits juara, ini salah satu alasan Jepang bikin program macam Jenesys 2.0 dan memasifkan kerjasama pariwisata dengan Indonesia.
Jepang memiliki pulau-pulau besar bernama Hokkaido, Honshu (pulau terbesar), Shikoku (Ehime ada disini) dan Kyushu.



Ibukotanya adalah Tokyo yang menjadi pusat ekonomi, informasi dan pemerintahan. Di hari pertama program Jenesys 2.0, waktu perjalanan dari Narita International Airport ke hotel East 21, aku ga banyak ngeliat gedung-gedung dengan warna cheerful atau warna terang karena kebanyakan gedungnya berwarna abu, coklat atau warna gloomy lain.



Dengan jumlah penduduk sebanyak 12.758.000 jiwa dengan 606.532 jiwa diantaranya adalah mahasiswa yang tersebar di 132 perguruan tinggi, Tokyo merupakan kota yang terhitung sangat padat di Jepang. Padahal ketika berkeliling Tokyo suasanya tenang banget, jauh dengan Bandung yang rame banget.
Jepang dengan segala keajaibannya dan tempat yang baik untuk kuliah maupun bekerja telah menghipnotis banyak orang didunia untuk bermimpi tinggal ini, termasuk aku. Untuk kuliah, Jepang memiliki fasilitas yang lengkap dan berkualitas untuk menunjang kegiatan penelitian kita. Selain itu, bekerja dan belajar di Jepang akan memberikan kita atmosfer yang sangat berbeda pada kita karena etos kerja yang super duper tinggi disana.

Ketika ke Jepang, selain mempersiapkan barang bawaan, uang, dan mental, kita juga harus mempersiapkan pengetahuan budaya kita soal Jepang mulai dari cara mereka memandang sesuatu, menyukai sesuatu, atau cara hidup mereka. Next episode aku bakal kasih tau soal ini deh ya.

 
;